JAMU DAN PAKAN FERMENTASI UNTUK AYAM KAMPUNG

Jamu dan pakan fermentasi untuk ayam kampong tersebut merupakan hasil penelitian Pak Eko Wakradihardja, salah seorang peternak ayam buras di Jakarta Selatan, berdasarkan pengalaman, selain vaksin, ternak ayam kampong/ buras perlu juga diberikan obat-obatan tradisional seperti jamu untuk memperkuat kesehatan atau stamina ayam yang dicampur pada air minum yang juga berfungsi untuk mengobati penyakit serta mengurangi bau kotoran ayam. Hal ini telah dibuktikanya dalam penelitian dan pengalaman selama beternak ayam terbukti dapat mencegah penyakit flu burung. Produk jamu tersebut selain untuk digunakansendiri juga telah dijual dengan harga Rp. 6.000,-/liter. Sedang pakan fermentasi selain dapat meningkatkan nafsu makan ayam juga berfungsi mengurangi bau kotoran ayam juga berfungsi mengurangi bau kotoran ayam. Adapun pakan fermentasinya telah diuji dibeberapa laboratorium yang salah satunya Laboratorium Makanan Ternak IPB dengan kandungan protein sekitar 16 %.

Komposisi jamu sebagai obat tradisional terdiri dari bahan-bahan alami, antara lain :

No.

Campuran

Volume

Satuan

1

Kencur

1,5

Kg

2

Bawang putih

1,5

Kg

3

Jahe

0,5

Kg

4

Lengkuas

0,25

Kg

5

Kunyit

1

Kg

6

Daun sirih

0,25

Kg

7

Temu Lawak

1

Kg

8

Kayu Manis

0,05

Kg

9

Daun Mahkota dewa

0,25

Kg

10

Molases

1

Liter

11

Bioplus

1

Liter

Cara pembuatan jamu yaitu :

  • Bahan-bahan 1 – 9 dikupas atau dibersihkan dan diblender hingga halus dengan ditambah air bersih (air dari sumur , jangan dari ledeng/PAM karena mengandung zat kimia yang akan mengganggu pertumbuhan bakteri) secukupnya lalu disaring atau diperas.
  • Air perasan tersebut ditambah 1 liter molasses dan setelah tercampur ditambah 1 liter bioplus lalu diaduk rata sampai berwarna coklat, kemudian tambahkan air bersih hingga volumenya mencapai 40 liter.
  • Larutan tersebut kemudian difermentasi selama 6 hari deangan cara didiamkan di dalam jirigen atau drum tertutup rapat di dalam ruangan sejuk, sehari sekali diaduk dan dibuka dan dibuka untuk menghindari masuknya udara dari luar.

Cara penggunaan jamu sebagai berikut :

  • Untuk kesehatan atau stamina dicampur pada air minum : campuran 50 cc (5 sendok makan) dengan 10 liter air bersih lalu berikan pada ayam untuk diminum setiap hari.
  • Untuk pengobatan : berikan 2 cc/ekor/hr selama 5 hari berturut-turutdengan cara dicekokin. Obat ini diberikan kepada ayam berumur 2 bulan keatas. Penyakit yang dapat diobati dengan jamu antara lain berak ijo, berak putih/kapur, pilek, gangguan hati dan herpes.

Pakan fermentasi adalah pakan yang dibuat dengan cara fermentasi. Manfaat pakan fermentasi yaitu untuk mengurangi bau kotoran ayam dan bau tengik yang berasal dari dedak padi yang sudah lama, selain itu juga untuk memanfaatkan kotoran ayam serta meningkatkan nafsu makan pada ayam karena pakan fermentasi memiliki bau yang segar.

 

Cara pembuatan pakan fermentasi, yaitu :

  1. Siapkan kotoran ayam, jemur hingga betul-betul kering lalu tumbuk/giling dan diayak dengan kawat kasa.
  2. 10 kg dedak halus dan 10 kg kotoran ayam kering dicampur hingga merata kemudian tambahkan (bioplus ¼ liter + ¼ liter molesses + air sumur 10 liter yang telah difermentasikan terlebih dahulu selama 24 jam).
  3. Adonan tersebut ditempatkan dalam drum plastic dan tutup rapat selama 4 hari.

 

Cara penggunaan :

  • Unutk pakan stater: tambahkan pakan fermentase sebanyak 20 %.
  • Untuk pakan layer : tambahkan pakan fermentase 15 %.

Semua jenis pakan kalau dicampur dengan pakan fermentasi harus sekali habis. Pakan fermentasi dapat disimpan selama 1 bulan (pada tempat yang teduh).

Categories: Ranggon Unggas | Tinggalkan komentar

Teknik pertanian


Traktor, salah satu mesin budidaya pertanian yang paling umum

Teknik pertanian atau keteknikan pertanian (Inggris: agricultural engineering) adalah penerapan dasar-dasar teknik dalam bidang pertanian mencakup bidang teknik mesin budidaya pertanian, teknik sumber daya alam pertanian, teknik proses hasil pertanian/pangan, energi dan listrik pertanian, perbengkelan dan instrumentasi di bidang pertanian, ergonomika alat dan mesin pertanian, sistem dan manajemen keteknikan pertanian, lingkungan dan bangunan pertanian, serta teknik tanah dan teknik sumber daya air[1]. Teknik pertanian adalah suatu cara untuk meningkatkan efisiensi usaha pertanian guna meningkatkan produktivitas, mutu, kontinuitas pasokan produk-produk pertanian, kesejahteraan petani, dan kelestarian lingkungan. Efisiensi tersebut meliputi lahan, tenaga kerja, energi, dan sumber daya (benih, pupuk, dan air). [2]

Layout sistem irigasi tetes dan bagian komponen-komponennya

Fasilitas distilator dan dehidrasi ethanol gula tebu, Piracicaba, São Paulo State, Brazil.

Subbidang

Spesialisasi bidang teknik pertanian mencakup banyak hal mengenai desain proses dan alat mesin pertanian. Pertanian dalam arti luas adalah kegiatan memanen sinar matahari untuk dimanfaatkan bagi kesejahteraan umat manusia dan lingkungan [1]; hal ini berarti mencakup budidaya tanaman pertanian, peternakan, perikanan, pemrosesan hasil pertanian, hingga produk hasil pertanian siap dikonsumsi masyarakat.

Contoh dari spesialisasi di bidang teknik pertanian diantaranya:

Program Studi Teknik Pertanian di Indonesia

  1. PS Teknik Mesin dan Biosistem IPB, Bogor.
  2. PS Teknik Pertanian UGM, Yogyakarta.
  3. PS Teknik Pertanian UNIBRAW, Malang.
  4. PS Teknik Pertanian UNPAD, Bandung.
  5. PS Teknik Pertanian UNRAM, Mataram.
  6. PS Teknik Pertanian UNSOED, Purwokerto.
  7. PS Teknik Pertanian UNILA, Lampung.
Categories: Rorompok Pak Tani | Tinggalkan komentar

Kultur jaringan

Kultur Jaringan Tanaman

Kultur jaringan adalah suatu metode untuk mengisolasi bagian dari tanaman seperti sekelompok sel atau jaringan yang ditumbuhkan dengan kondisi aseptik, sehingga bagian tanaman tersebut dapat memperbanyak diri tumbuh menjadi tanaman lengkap kembali.[1]

Prinsip

Teknik kultur jaringan memanfaatkan prinsip perbanyakan tumbuhan secara vegetatif.[1] Berbeda dari teknik perbanyakan tumbuhan secara konvensional, teknik kultur jaringan dilakukan dalam kondisi aseptik di dalam botol kultur dengan medium dan kondisi tertentu.[1] Karena itu teknik ini sering kali disebut kultur in vitro. Dikatakan in vitro (bahasa Latin), berarti “di dalam kaca” karena jaringan tersebut dibiakkan di dalam botol kultur dengan medium dan kondisi tertentu.[2] Teori dasar dari kultur in vitro ini adalah Totipotensi.[3] Teori ini mempercayai bahwa setiap bagian tanaman dapat berkembang biak karena seluruh bagian tanaman terdiri atas jaringan-jaringan hidup.[3] Oleh karena itu, semua organisme baru yang berhasil ditumbuhkan akan memiliki sifat yang sama persis dengan induknya.[3]

Prasyarat

Pelaksanaan teknik ini memerlukan berbagai prasyarat untuk mendukung kehidupan jaringan yang dibiakkan.[2] Hal yang paling esensial adalah wadah dan media tumbuh yang steril.[4] Media adalah tempat bagi jaringan untuk tumbuh dan mengambil nutrisi yang mendukung kehidupan jaringan.[2] Media tumbuh menyediakan berbagai bahan yang diperlukan jaringan untuk hidup dan memperbanyak dirinya.[2]

Media

Ada dua penggolongan media tumbuh: media padat dan media cair. [2] Media padat pada umumnya berupa padatan gel, seperti agar, dimana nutrisi dicampurkan pada agar.[2] Media cair adalah nutrisi yang dilarutkan di air.[2] Media cair dapat bersifat tenang atau dalam kondisi selalu bergerak, tergantung kebutuhan.[2] Komposisi media yang digunakan dalam kultur jaringan dapat berbeda komposisinya.[4] Perbedaan komposisi media dapat mengakibatkan perbedaan pertumbuhan dan perkembangan eksplan yang ditumbuhkan secara in vitro.[5] Media Murashige dan Skoog (MS) sering digunakan karena cukup memenuhi unsur hara makro, mikro dan vitamin untuk pertumbuhan tanaman. [6]

Nutrien yang tersedia di media berguna untuk metabolisme, dan vitamin pada media dibutuhkan oleh organisme dalam jumlah sedikit untuk regulasi.[7][8] Pada media MS, tidak terdapat zat pengatur tumbuh (ZPT) oleh karena itu ZPT ditambahkan pada media (eksogen).[7] ZPT atau hormon tumbuhan berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman.[7] Interaksi dan keseimbangan antara ZPT yang diberikan dalam media (eksogen) dan yang diproduksi oleh sel secara endogen menentukan arah perkembangan suatu kultur.[7][8]

Penambahan hormon tumbuhan atau zat pengatur tumbuh pada jaringan parenkim dapat mengembalikan jaringan ini menjadi meristematik kembali dan berkembang menjadi jaringan adventif tempat pucuk, tunas, akar maupun daun pada lokasi yang tidak semestinya. [9] Proses ini dikenal dengan peristiwa dediferensiasi. Dediferensiasi ditandai dengan peningkatan aktivitas pembelahan, pembesaran sel, dan perkembangan jaringan.[9]

Metode

Metode perbanyakan tanaman secara in vitro dapat dilakukan melalui tiga cara, yaitu melalui perbanyakan tunas dari mata tunas apikal, melalui pembentukan tunas adventif, dan embriogenesis somatik, baik secara langsung maupun melalui tahap pembentukan kalus.[2] Ada beberapa tipe jaringan yang digunakan sebagai eksplan dalam pengerjaan kultur jaringan.[5] Pertama adalah jaringan muda yang belum mengalami diferensiasi dan masih aktif membelah (meristematik) sehingga memiliki kemampuan regenerasi yang tinggi.[5] Jaringan tipe pertama ini biasa ditemukan pada tunas apikal, tunas aksiler, bagian tepi daun, ujung akar, maupun kambium batang.[10] Tipe jaringan yang kedua adalah jaringan parenkima, yaitu jaringan penyusun tanaman muda yang sudah mengalami diferensiasi dan menjalankan fungsinya.[10] Contoh jaringan tersebut adalah jaringan daun yang sudah berfotosintesis dan jaringan batang atau akar yang berfungsi sebagai tempat cadangan makanan.[10]

Categories: Rorompok Pak Tani | Tinggalkan komentar

Relativitas Waktu

Relativitas Waktu

 

Kini, relativitas waktu adalah fakta yang terbukti secara ilmiah. Hal ini telah diungkapkan melalui teori relativitas waktu Einstein di tahun-tahun awal abad ke-20. Sebelumnya, manusia belumlah mengetahui bahwa waktu adalah sebuah konsep yang relatif, dan waktu dapat berubah tergantung keadaannya. Ilmuwan besar, Albert Einstein, secara terbuka membuktikan fakta ini dengan teori relativitas. Ia menjelaskan bahwa waktu ditentukan oleh massa dan kecepatan. Dalam sejarah manusia, tak seorang pun mampu mengungkapkan fakta ini dengan jelas sebelumnya.

Tapi ada perkecualian; Al Qur’an telah berisi informasi tentang waktu yang bersifat relatif! Sejumlah ayat yang mengulas hal ini berbunyi:

“Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu menurut perhitunganmu.” (Al Qur’an, 22:47)

“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.” (Al Qur’an, 32:5)

“Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.” (Al Qur’an, 70:4)

Dalam sejumlah ayat disebutkan bahwa manusia merasakan waktu secara berbeda, dan bahwa terkadang manusia dapat merasakan waktu sangat singkat sebagai sesuatu yang lama:

“Allah bertanya: ‘Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?’ Mereka menjawab: ‘Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.’ Allah berfirman: ‘Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui’.” (Al Qur’an, 23:122-114)

Fakta bahwa relativitas waktu disebutkan dengan sangat jelas dalam Al Qur’an, yang mulai diturunkan pada tahun 610 M, adalah bukti lain bahwa Al Qur’an adalah Kitab Suci.

Categories: Al-Qur'an Jeung elmu | Tinggalkan komentar

Penciptaan yang Berpasang-pasangan

Penciptaan yang Berpasang-Pasangan

“Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.” (Al Qur’an, 36:36)

Meskipun gagasan tentang “pasangan” umumnya bermakna laki-laki dan perempuan, atau jantan dan betina, ungkapan “maupun dari apa yang tidak mereka ketahui” dalam ayat di atas memiliki cakupan yang lebih luas. Kini, cakupan makna lain dari ayat tersebut telah terungkap. Ilmuwan Inggris, Paul Dirac, yang menyatakan bahwa materi diciptakan secara berpasangan, dianugerahi Hadiah Nobel di bidang fisika pada tahun 1933. Penemuan ini, yang disebut “parité”, menyatakan bahwa materi berpasangan dengan lawan jenisnya: anti-materi. Anti-materi memiliki sifat-sifat yang berlawanan dengan materi. Misalnya, berbeda dengan materi, elektron anti-materi bermuatan positif, dan protonnya bermuatan negatif. Fakta ini dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah sebagaimana berikut:

“…setiap partikel memiliki anti-partikel dengan muatan yang berlawanan … … dan hubungan ketidakpastian mengatakan kepada kita bahwa penciptaan berpasangan dan pemusnahan berpasangan terjadi di dalam vakum di setiap saat, di setiap tempat.”

Semua ini menunjukkan bahwa unsur besi tidak terbentuk di Bumi, melainkan dibawa oleh meteor-meteor melalui ledakan bintang-bintang di luar angkasa, dan kemudian “dikirim ke bumi”, persis sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Jelas bahwa fakta ini tak mungkin diketahui secara ilmiah pada abad ke-7, di saat Al Qur’an diturunkan. (http://www.2think.org/nothingness.html, Henning Genz – Nothingness: The Science of Empty Space, s. 205)

Categories: Al-Qur'an Jeung elmu | Tinggalkan komentar

Rahasia Besi

Besi adalah salah satu unsur yang dinyatakan secara jelas dalam Al Qur’an. Dalam Surat Al Hadiid, yang berarti “besi”, kita diberitahu sebagai berikut:

“…Dan Kami turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia ….” (Al Qur’an, 57:25)

Kata “anzalnaa” yang berarti “kami turunkan” khusus digunakan untuk besi dalam ayat ini, dapat diartikan secara kiasan untuk menjelaskan bahwa besi diciptakan untuk memberi manfaat bagi manusia. Tapi ketika kita mempertimbangkan makna harfiah kata ini, yakni “secara bendawi diturunkan dari langit”, kita akan menyadari bahwa ayat ini memiliki keajaiban ilmiah yang sangat penting.

Ini dikarenakan penemuan astronomi modern telah mengungkap bahwa logam besi yang ditemukan di bumi kita berasal dari bintang-bintang raksasa di angkasa luar.

Logam berat di alam semesta dibuat dan dihasilkan dalam inti bintang-bintang raksasa. Akan tetapi sistem tata surya kita tidak memiliki struktur yang cocok untuk menghasilkan besi secara mandiri. Besi hanya dapat dibuat dan dihasilkan dalam bintang-bintang yang jauh lebih besar dari matahari, yang suhunya mencapai beberapa ratus juta derajat. Ketika jumlah besi telah melampaui batas tertentu dalam sebuah bintang, bintang tersebut tidak mampu lagi menanggungnya, dan akhirnya meledak melalui peristiwa yang disebut “nova” atau “supernova”. Akibat dari ledakan ini, meteor-meteor yang mengandung besi bertaburan di seluruh penjuru alam semesta dan mereka bergerak melalui ruang hampa hingga mengalami tarikan oleh gaya gravitasi benda angkasa.

Semua ini menunjukkan bahwa logam besi tidak terbentuk di bumi melainkan kiriman dari bintang-bintang yang meledak di ruang angkasa melalui meteor-meteor dan “diturunkan ke bumi”, persis seperti dinyatakan dalam ayat tersebut: Jelaslah bahwa fakta ini tidak dapat diketahui secara ilmiah pada abad ke-7 ketika Al Qur’an diturunkan.

Categories: Al-Qur'an Jeung elmu | Tinggalkan komentar

Garut Tumbuhan

?Garut
Garut, Maranta arundinaceamenurut F.M. Blanco, Flora de Filipinas

Garut, Maranta arundinacea
menurut F.M. Blanco, Flora de Filipinas
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
(tidak termasuk) Monocots
(tidak termasuk) Commelinids
Ordo: Zingiberales
Famili: Marantaceae
Genus: Maranta
Spesies: M. arundinacea
Nama binomial
Maranta arundinacea
L.

Garut, ararut atau irut (Maranta arundinacea) adalah sejenis tumbuhan berbentuk terna yang menghasilkan umbi yang dapat dimakan. Garut tidak pernah menjadi sumber pangan pokok namun ia kerap ditanam di pekarangan di pedesaan sebagai cadangan pangan dalam musim paceklik. Nama-nama daerahnya di antaranya: sagu (Plg.); sagu bamban (Bat.); sagu belanda, sagu betawi, ubi sagu (Mly.); sagu rarut (Mink.). Juga, patat sagu, larut (Sd.); angkrik, garut, gaerut, irut, larut, rarut, jlarut, klarut, waerut (Jw.); arut, larut, laru, salarut (Md.); krarus, marus (Bal.); arerut towang, tawang, labia walanta, pi walanda (bahasa-bahasa di Sulut); péda-péda, péda sula, huda sula, hula moa (bahasa-bahasa di Malut).[1]

Pemerian

Ditanam di pekarangan rumah, Banyumas

Terna menahun, tegak, dengan batang-batang yang bercabang menggarpu, tinggi 40–100 cm. Rimpangnya lunak dan membengkak, berdaging, keputih-putihan atau kemerahan, dengan sisik daun putih kemerahan. Daun bertangkai panjang, berpelepah pada pangkalnya dan menebal, dengan helaian bentuk lonjong atau bundar telur-melonjong berujung runcing. Bunga majemuk dalam malai terminal (di ujung batang), zigomorfik, berwarna putih. Buah melonjong, merah tua, gundul sampai berambut.[2][3]

Manfaat

Kue tepung garut dari Réunion

Garut terutama ditanam untuk umbinya, yang menghasilkan pati yang berkualitas tinggi, berukuran halus dan berharga mahal[4]. Rimpang garut juga dapat dijadikan sumber karbohidrat alternatif untuk menggantikan tepung terigu[5]. Rimpang segar mengandung air 69–72%, protein 1,0–2,2%, lemak 0,1%, pati 19,4–21,7%, serat 0,6–1,3% dan abu 1,3–1,4%[6].

Tanaman garut hias

Tepung garut baik untuk dikonsumsi oleh orang yang lemah atau yang baru sembuh dari sakit, karena mudah dicerna oleh penderita masalah perut atau masalah usus. Tepung ini juga digunakan sebagai pengenyal berbagai macam makanan, bumbu, sup, gula-gula, masakan dan makanan pencuci mulut seperti puding dan es krim. Bubur dari rimpang yang masih segar digunakan sebagai obat oles luka dan luka bernanah; patinya dicampur dengan air atau susu digunakan untuk mengobati masalah-masalah perut (misalnya mengobati keracunan) dan diare. Seluruh bagian rimpang yang belum berserat dapat dimakan dengan cara dikukus atau dipanggang lebih dulu.[3]

Bubur yang dihasilkan dari rimpang dipakai dalam pabrik kertas, karton, bantal dan papan tembok, dan patinya sebagai bahan dasar bedak, lem dan sabun. Ampas sisa pembuatan tepung dimanfaatkan untuk pakan ternak dan pupuk. Daunnya digunakan sebagai pembungkus. Sementara itu, beberapa kultivar garut dengan daun yang berwarna menarik digemari pula sebagai tanaman hias.[3]

 

Categories: Rorompok Pak Tani | Tinggalkan komentar

Reuni Akbar Angkata 2000-2008 Darutholibin

PROPOSAL

REUNI AKBAR

ANGKATAN 2000 – 2008

MTs DARUTHOLIBIN

 

 

 

 

 

 

Setiap sahabat menampilkan sebuah dunia di
dalam diri kita, suatu dunia yang mungkin, tak
akan pernah ada? Kalau sahabat itu tidak
muncul, dan hanya lewat pertemuan inilah
sebuah dunia akan lahir.

REUNI AKBAR MTs DARUTHOLIBIN

ANGKATAN 2000 s/d 2008

A.     LATAR BELAKANG

Alumni Angkatan 2000 s/d 2008 MTs Darutholibin Cilemah telah hampir SEBELAS TAHUN yang lalu meninggalkan almamater tercinta. Pada saat masih menjadi pelajar MTs, banyak suka duka yang dialami bersama-sama. Kenangan masa lalu sayang untuk dilupakan begitu saja karena begitu indah. Lebih dari itu, masa lalu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita saat ini. Selalu ada kerinduan di dalam diri untuk bisa kembali bersama dengan sahabat-sahabat tercinta karena tanpa disadari merekalah dahulu yang memotivasi hidup kita saat ini maupun di masa yang akan datang.

Selama hampir sebelas tahun, waktu yang tidak singkat ini tentu telah banyak perubahan yang terjadi dalam hidup kita, namun satu yang tidak akan pernah berubah adalah persahabatan. Persahabatan akan lebih terasa manis dan bermakna jika diisi oleh ikatan silaturahim. Persahabatan itu saling peduli dan tidak mengenal perbedaan. Kepedulian tanpa memandang perbedaan merupakan dasar untuk menjalin persahabatan agar tetap abadi serta jalan untuk mewujudkan angan-angan dan cita-cita dalam rangka beribadah dan silaturahim.

 

B.     TUJUAN

1.      Menjalin kembali persahabatan dan silaturahim;

2.      Membuat satu jaringan network bersama untuk membentuk sinergi;

3.      Memberikan sumbangsih dan atau manfaat sebagai suatu added value dari berbagi segi bagi almamater MTs Darutholibin, guru, lingkungan, sahabat, dan lain sebagainya.

4.      Bakti Sosial

5.      Menggalang potensi untuk turut serta memajukan daerah.

 

C.     TEMA & PELAKSANAAN ACARA

Acara Reuni 11th alumni 2000 MTs Darutholibin ini mengambil tema: “Berhimpun menyambung tali silaturahmi, berbagi, dan berkarya”.

 

 

 

D.    PESERTA

1.      Seluruh alumni angkatan 2000 s/d 2008 MTs Darutholibin.

2.      Guru (pengajar alumni angkatan 2000 s/d 2008 MTs Darutholibin.

3.      Perwakilan guru dan murid (OSIS) MTs Darutholibin

 

E.     WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

Acara akan dilaksanakan pada

Hari, Tanggal        : …………………………………….

Waktu                  : …………………………………….

Tempat                 : …………………………………….

 

F.      SUMBER ANGGARAN

Setiap peserta dikenai beban iuran sebesar Rp. 150.000,-. Adapun penggunaan secara rinci iuran tersebut sudah termasuk:

1.      Konsumsi untuk 2 orang senilai @                   Rp.     40.000,-

2.      Snack untuk 2 orang senilai @                         Rp.     10.000,-

3.      ID Member Card senilai                                  Rp.     10.000,-

4.      Album Kenangan senilai                                   Rp.     30.000,-

5.      CD Film Dokumenter senilai                            Rp.     15.000,-

6.      Sumbangan operasional (sewa gedung, sound, perlengkapan, dll)

 

G.    SUSUNAN PANITIA

Ketua Umum          : …………………………………………………………………………..

Sekretaris               : …………………………………………………………………………..

Bendahara              : …………………………………………………………………………..

Koordinator           : …………………………………………………………………………..

Lain-lain                 : …………………………………………………………………………..

 

H.    JADWAL ACARA

o       08.00 – 08.15  : Registrasi & Foto Keluarga

o       08.15 – 08.30 : Pembukaan

o       08.30 – 08.40 : Sambutan Ketua Panitia

o       08.40 – 08.50 : Sambutan Perwakilan MTs

o       08.50 – 09.00 : Anugerah Most Memorable Teacher Award

o       09.00 – 09.15 : Hiburan Seru

o       09.30 – 10.00 : Tukar Kado

o       10.30 – 12.00 : Ramah Tamah – Makan siang – Hiburan

o       12.00 – 12.45 : Sholat – Istirahat – Hiburan

o       12.45 – 13.30 : Pembagian Bingkisan Paket Dokumentasi

o       14.00 – 14.30 : Kesan – Pesan & Penutup

 

I.       KORESPONDENSI

Konfirmasi keikutsertaan dapat dilakukan ke alamat sekretariat:

SEKRETARIAT REUNI 11 TAHUN MTs DARUTHOLIBIN

………………………………………………………………………………………….

Atau blog :

http://youngmuhajir.blogspot.com/

https://youngmuhajir.wordpress.com/

Atau E-mail:

§         afiz.ahmad@rocketmail.com

Biaya partisipasi dan donasi setiap perseta dapat dikirimkan melalui rekening:

Bank BCA

–       Nomor rekening       : …………………………………………..

–       Atas nama                : …………………………………………..

Konfirmasi lebih lanjut dapat menghubungi :

–       Nama                       : Ahmad Fauzi Sidiq

–       Nomor telp               : 085223987504

Demikian proposal ini kami sampaikan dan atas perhatian, dukungan dan partisipasinya kami ucapkan banyak terima kasih.

 

J.      PENUTUP

Semoga Dzat yang Maha Pengasih dan Penyayang meridhoi rencana mulia untuk menyambung kembali tali silaturahim ini, sehingga acara Reuni Akbar Alumni Angkatan 2000 s/d 2008 MTs Darutholibin dapat berjalan dengan baik, lancar, dan sukses. Amiin.

 


PERHATIAN!

POINT-POINT PENTING

Seluruh rekan-rekan alumni angkatan 2000 s/d 2008 MTs Darutholibin sangat diharapkan;

1.      Membaca dengan tuntas undangan dan proposal Reuni Akbar ini

2.      Mengikuti dan hadir pada acara Reuni Akbar yang tepat 10th kelulusan ini.

3.      Membantu mensosialisasikan kepada seluruh rekan-rekan angkatan 2000 s/d 2008 terkait dengan rencana acara ini.

4.      Memaklumi iuran Rp.100.000,- dihitung Flat, yaitu 1 orang alumni mendapat 2 porsi untuk snack dan makan siang. Jika hanya datang seorang diri, maka tidak mengurangi jumlah iuran.

5.      Membantu Panitia Inti dalam mensukseskan acara ini dengan cara:

1)      Mengirimkan fotocopy brosur ini (yang telah diisi lengkap) kepada Panitia, beserta Foto Terbaru untuk pembuatan Album kenangan. File dalam soft-format jpg (send by email) atau dalam bentuk cetak (minimal ukuran 4R).

2)      Melunasi pembayaran iuran sebesar Rp.100.000,- sesuai batas waktu yang ditetapkan.

3)      Hadir dan pulang tepat waktu pada saat hari-H Reuni Akbar.

6.      Terkait dengan program “Anugerah Most Memorable Teacher”, mohon untuk mengisi 2 nama guru pilihan yang paling membuat Anda berkesan mendalam semasa di MTs.

NO.

GURU FAVORITE

KESAN

1.

   

2.

   

 

Ayoo !!!

Dukung guru favorit kamu agar memenangkan Award !!!

Garut, ……………………….

 

Nomor         : 01/ DAC/ II/ 2012

Lampiran      : 1 (Satu) Bundel

Hal               : Undangan Reuni

 

 

Kepada Yth,

Seluruh Alumni Angkata 2000 s/d 2008

Di

Tempat

 

Dengan hormat,

 

Kami selaku panitia acara reuni MTs Darutholibin angkatan 2000 s/d 2008 bersama ini mengundang untuk hadir pada acara reuni, yang akan diadakan pada :

 

Hari                 :   ……………………………………………

Tanggal            :   ……………………………………………

Waktu             :   ……………………………………………

Tempat            :   ……………………………………………

……………………………………………

……………………………………………

 

Mengingat pentingnya acara ini dimohon datang tepat waktu. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi 085223987504 (sdr. Ahmad Fauzi Sidiq) atau 087827022086 (sdr. Herdi Diana).

 

Demikian surat ini kami sampaikan. Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

 

 

 

Hormat kami

Ketua Panitia Reuni

( ………………………… )

 

 

Sehubungan dengan undangan ini saya (bersedia/tidak bersedia) hadir di acara reuni yang dilaksanakan pada hari tersebut.

 

Atas nama alumni Daruthalibin,

 

 

 

 

(………………………………)

Categories: Proposal | Tinggalkan komentar

Galindeung Manah

Didieu kuring nganti

Hiji rasa anu bisa surti

Ngaleurepkeun geget anu pahet

Midangkeun sawangan endah mangsa katukang

 

Gumuruh cai anu ngaleled wanci

Nyerek raga anu honcewang

Ngemutan anu janten bebende hate

Mugia aya dina kawilujengan

 

Duh junjunan

Sorot soca anjeun nu janten pamatok

Lamunan kuring anu helok

Iraha atuh urang patepang

 

Geugeut hate anu anteb

Teu tiasa di isuk sore

Hoyong geura anjog

Kana cita anu janten pamaes hirup

 

 

Categories: Gupay Katresna | Tinggalkan komentar

Suci Dulife ‘10

Da cinta nu saéstuna tara laas ku robahna mangsa
Rongkah, rohaka tumerap na dadasar kalbu
Nu bisa ngarungkup gunung,
ngojayan jaladri, meuraykeun jaladra

Urang suaykeun rupaning lalangsé
Urang halingkeun aling-aling

Wilujeng milangkala, jungjunan…

Categories: Gupay Katresna | Tinggalkan komentar

Blog di WordPress.com.